Antara Persahabatan dan Cinta

Sahabat dan Cinta

Semua orang pasti memiliki kisahnya sendiri tentang persahabatan. Persahabatan itu menjadikan hidup lebih berwarna walau kadang sebuah persahabatan penuh dengan rintangan dan cobaan. Persahabatan itu bagaikan kertas kosong yang siap di isi dengan tinta warna hitam maupun putih. Ada kalanya persahabatan itu indah dan kadang juga penuh dengan masalah.

Agus dan Bayu berteman sejak mereka dibangku sekolah menengah pertama, mereka juga dikelas yang sama. Banyak yang bilang kalau mereka itu seperti saudara, kemana selalu bersama. Namun hal itu berubah ketika mereka mulai masuk sekolah menengah atas dan mulai merasakan jatuh cinta.

Mereka jatuh cinta pada wanita yang sama. Namanya Mimi. Mimi merupakan siswi yang berprestasi di sekolahnya selalu dapat peringkat satu. Anaknya pendiam namun selau riang. Mimi sangat selektif dalam memilih teman dan ia tak suka dengan orang yang suka bercanda berlebihan. Karena baginya lebih baik diam daripada berbicara yang gak jelas dan menyakiti hati orang lain.

Bel sekolah berbunyi, waktunya istirahat. Semua siswa keluar kelas namun tidak dengan mimi. Mimi tetap dikelas dan asyik membaca buku. Itulah yang dilakukan mimi jika jam istirahat, ia memilih membaca buku ketimbang bermain diluar kelas. Agus menggunakan momen itu untuk mengutarakan perasaannya.

Agus mendekati mimi “Mi aku boleh bicara sesuatu gak?”

“mau ngomong apa? Ngomong aja” jawab mimi sambil menutup bukunya.

“em… ini tentang kamu” wajah agus memerah

“tentang aku? Emangnya ada apa denganku” jawab mimi penasaran

“tapi aku bingung mau mulai dari mana” agus malu-malu

“mau ngomong apa sih? Bikin penasaran aja” mimi makin penasaran

“tapi kamu janji gak akan marah ya?” kata Agus

“ia aku janji deh, emangnya aku kenapa sih ” jawab mimi bingung

“Sebenarnya aku suka sama kamu, sudah lama aku mau ngomong tapi aku takut” Agus menunduk

“ah… udah ah jangan becanda, bentar lagi bel masuk pelajaran” jawab mimi tersenyum

“ aku serius mi, aku bener-bener suka sama kamu”

“udah ya, gak usah bahas itu lagi, aku pengen fokus sekolah dan gak mikir pacaran dulu” jawab mimi tegas.

Agus hanya terdiam mendengar jawaban tegas mimi.

*****

Pulang sekolah Bayu memutuskan untuk menemui mimi karena bagi bayu momen yang tepat untuk menemui mimi adalah pulang sekolah.

“Mimi tunggu” Bayu berlari mendekati mimi

Dengan nafas tersendat-sendat bayu berkata”tunggu dulu, aku mau ngomong sama kamu,ini penting”

Mimi terhenti “mau ngomong apa sih, sepertinya penting banget”

“ia ini sangat penting, penting banget untuk hidupku” kata bayu tersenyum

“serius?” tanya mimi

“beneran ini serius” jawab bayu

“yaudah aku dengerin” mimi penasaran

“kamu udah punya pacar belom?” tanya bayu

“belum sih, tapi aku gak mau pacaran dulu aku mau fokus sekolah” jawab mimi

“kalau jadi pacarku gimana” bayu tersenyum

“sudah kubilang kalau aku gak mau pacaran dulu, udah ah ayo pulang” jawab mimi kecewa sembari pergimeninggalakn bayu.

Agus yang sejak tadi memperhatikan mereka mulai gelisah, perasaan kecewa bercampur dengan kebencian mulai menjelma mengalahkan persahabatnnya dengan bayu, ia tak menyangka jika bayu juga mencintai mimi wanita yang selama ini ia cintai. Agus menghampiri bayu dengan wajah marah.

“Bayu… apa yang barusan kamu katan pada mimi?” tanya Agus

“Gak ngomong apa-apa kok, cuman tanya udah punya pacar apa belum?” jawab Bayu

“apa maksudmu tanya seperti itu? Apa kamu suka mimi?” tanya agus dengan nada meninggi

“ia aku suka mimi, tapi mimi gak mau pacaran dulu katanya” jawab bayu santai

“mulai sekarang jauhi mimi!” tegas Agus

“lho emangnya kenapa aku harus menjauhi mimi, mimi kan belum punya pacar” jawab bayu bingung

“Mimi itu punyaku, gak ada yang boleh mendekati, termasuk kamu” kata agus sambil menunjuk kearah bayu.

Sejak kejadian itu mereka mulai bermusuhan, persahabatan yang selama ini mereka jalin musnah terkubur dengan kemarahan yang menyelimuti mereka. Rasa ingin memiliki, rasa kecewa bercampur menjadi ego yang membuat mereka lupa arti persahabatan. Cinta dapat merubah orang menjadi bahagia, cinta juga dapat membuat persahabatan hancur. Jangan mudah menuruti amarah jika menyelesaikan masalah, marah hanya akan membuat masalah bertambah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *