Misteri Bus Berhantu

Kejadian ini bermula ketika aku pulang dari kota bandung menuju desa tempat tinggalku. Aku biasa berhenti sejenak di bawah pohon beringin taman balai kota untuk sekedar minum dan melepas lelah sambil menikmati sebatang rokok. Kebetulah hari itu aku berencana naik bus biar lebih santai dan bisa tidur dalam bus. Lagipula jalan menuju desaku sangat rawan begal dan kriminal lainnya, namun yang bikin takut itu banyak hantu berkeliaran yang siap menghantui pengguna jalan yang melintas malam-malam.

Aku menuju terminal dan naik bus, bus yang aku tumpangi kebetulan sudah penuh dan siap berangkat. Aku mendapat kursi paling belakang tepat disamping seorang wanita cantik. Bus berjalan, rasa kantuk mulai menghampiriku dan akupun tertidur.

Tak lama kemudian aku terbangun karena bus oleng kesana kemari seakan diterpa angin puting beliung. Sangking kagetnya aku gak sadar kalau tanganku menghempas kewajah wanita sebelahku tadi.

“duh, maaf ya mbak aku gak sengaja” kataku sambil mencari pegangan dalam bus.

Namun wanita itu hanya diam tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. Malah wanita itu membelakangiku dan melanjutkan tidurnya.

“waduh jelas marah banget ini cewek” gumamku dalam hati. Kemudian aku minum dan mengambil hp yang terselip di saku celanaku untuk melihat jam. Nampak dilayar hp menunjukkan Jam 2 pagi, kemudian aku kembali menyelipkan hp disaku celana.

Pengen tidur lagi tapi sudah gak bisa, malam itu susana rasanya dingin sekali hingga menusuk tulang-tulang tembus ke ubun-ubun. Kulihat keluar jendela bus nampak gelap dan hujan turun begitu derasnya disertai angin kencang. Jalan yang berbelok-belok, tanjakan terjal, dan sisi kiri jalan jurang yang dalamnya puluhan meter seakan menambah kesan menakutkan malam itu.

Kulihat para penumpang bus begitu nyenyak terbawa mimpi tidurnya masing-masing termasuk wanita cantik disebelahku yang sejak tadi hanya diam. Kutarik selimut kuning untuk menutupi tubuhku yang sejak tadi kedinginan berharap bisa tertidur pulas seperti penumpang lainnya, namun sudah berkali-kali kucoba pejamkan mata tetap tak bisa tidur.

Bus terus melaju dan berhenti di terminal semua penumpang turun, aku berdiri dan pamitan pada wanita sebelahku tadi.

“mbak aku turun duluan” pamitku.

“oh iya mas” jawabnya lirih gak jelas karena ia sedang asik menata rambutnya dengan kuncir rabut yang terselip dibibirnya.

Aku turun dari bus, malam itu begitu gelap dan rasanya banyak mata yang memandang kearahku namun tak nampak wujudnya, aku terus berjalan dan tepat dibawah pohon besar aku memutuskan untuk buang air kecil karena rasanya sudah gak tahan lagi. Tiba-tiba terdengar suara aneh dari atas pohon besar itu, kuberanikan diri untuk melihat keatas.

Tubuhku gemetaran, rasa takut tak karuan, nampak badan kekar rambut gak karuan, matanya merah, giginya panjang seolah ingin menerkamku. Aku lari sekencangnya dan akhirnya kakiku tersandung batu lalu terjatuh.

Tiba-tiba wanita cantik dalam bus tadi ada di depanku dan berkata “mas, ini aku yang dalam bus tadi” katanya mengagetkanku.

“ada apa mas kok lari ngos-ngosan begitu?” tanya wanita itu sambil menolongku.

“aku lihat mas lari ketakutan, aku juga takut mas, makanya mau ngajak mas bareng. Sudah larut malam begini makanya cari teman” jelasnya.

Aku tak memperhatikannya dan tak mendengar jelas perkataan wanita itu, karena aku sibuk dengan lututku yang sakit terkena batu tepi jalan.

Wanita itu menarikku sembari berkata “ayo mas ikut aku naik bus itu”

Aku hanya ikut saja. “lho kok tiba-tiba ada bus berhenti disitu” gumamku dalam hati. Padahal sejak tadi tad ada satupun kendaraan yang lewat apalagi bus yang sebesar itu pastinya aku melihatnya jikalau ada lewat.

Bus berjalan dan penumpangnya hanya aku berdua saja, sopir pun tanpa kernet. Aku mulai merasa ada yang aneh, namun aku tak pedulikan itu yanga ada dipikiranku hanya segera sampai rumah dan istirahat.

Ditengah jalan arah bus bukan menuju ke tujuanku malam berbalik arah. Aku putuskan untuk bertanya pada pak sopir.

“pak kok arahnya kembali ketujuan awal ya” tanyaku.

“ya” jawabnya singkat.

Sementara wanita disebelahku malah tersenyum dan tak ada tanda-tanda protes atau menyalahkan sopir. Aku hanya pasrah, susanya berubah jadi menakutkan, seakan penuh misteri yang belum aku ketahui.

Tiba-tiba bus berhenti dan ada penumpang yang naik, penumpang itu berambut panjang dan berpakaian putih duduk di kursi depanku.

Aku merasakan semakin aneh, mana mungkin ada penumpang dini hari sendirian di jalan yang begitu sepi. Jantungku berdetak semakin kencang, pikiranku kacau saat itu, antara nyata dan tidak nyata aku berada dalam situasi seperti itu.

Bus berhenti mendadak, aku kaget gak karuan dan bertanya pada supir. “ada pa pak kok berhenti mendadak” tanyaku.

Sopir hanya diam saja. Kulihat keluar jendela bus ternyata bus berhenti di pemakaman alias kuburan.

“pak ini kok berhenti dikuburan?” tanyaku kebingungan dan ketakutan.

Aku menoleh kearah penumpang berambut panjang dan berpakaian putih tadi, wajahnya pucat menyeramkan, kulihat juga wanita cantik yang bersamku tadi tiba-tiba berubah menjadi nenek tua dan wajahnya menyeramkan, bajunya penuh darah dan bau menyengat menerpa hidungku saat bernafas. Aku berteriak sekencangnya namun tak ada suara yang terdengar seakan menjadi bisu, ingin berlari namun kaki tersa kaku.

Aku pejamkan mata dan terus berdoa, berharap ada orang lewat yang datang menyelamatkanku. Hingga pagi tiba, banyak orang datang mengerumuniku. Aku dibangunkan oleh seorang warga.

“mas udah pagi, ngapain tidur dikuburan? Mau minta pesugihan ya?” tanya salah seorang warga.

Aku kaget dan terbangun. “hantu… tolong…. ada hantu…” teriakku.

Orang-orang hanya terdiam dan terus memandangiku.

“ini udah pagi mas, gaka da hantu pagi begini” celoteh seorang warga.

Kemudian aku menceritakan kejadian itu keapada warga, sebagian warga ada yang mengatakan bahwa sering kejadian seperti itu. Orang bilang itu “Bus Hantu” karena supir dan penumpangnya hantu semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *